SEKATOJAMBI.COM, MERANGIN – Gubernur Jambi Al Haris bersama Bupati dan Wakil Bupati Merangin melaksanakan gerak tanam padi perdana yang dirangkai dengan doa turun baumo di Desa Seling, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Jumat (6/2/2026) pagi.
Kegiatan ini menjadi penanda kuat komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan serta menjaga keberlanjutan lahan pertanian dari ancaman alih fungsi.
Di hadapan masyarakat dan kelompok tani, Al Haris menyampaikan apresiasi atas konsistensi warga Desa Seling yang terus melestarikan tradisi pertanian.
Menurutnya, gerak tanam padi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud kesadaran kolektif petani dalam menjaga lahan sawah agar tetap produktif dan berkelanjutan.
“Saya bangga karena desa ini selalu mengadakan kegiatan seperti ini. Artinya, ada komitmen kuat dari masyarakat dan kelompok tani untuk menjaga lahan pertanian tetap utuh dan tidak dialihfungsikan,” ujar Al Haris.
Gubernur Jambi menegaskan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia. Ia menilai, ketergantungan pada impor beras harus segera dikurangi melalui peningkatan produksi dalam negeri, termasuk di Provinsi Jambi.
“Selama ini kita masih mengimpor beras. Padahal, dengan kerja bersama dan pengelolaan yang baik, kita sebenarnya mampu swasembada. Jambi juga harus bisa, setidaknya memenuhi kebutuhan daerahnya sendiri,” tegasnya.
Al Haris mengungkapkan, dari sekitar 3,8 juta penduduk Jambi, baru sekitar 60 persen kebutuhan beras yang dapat dipenuhi dari produksi lokal.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan luas tanam dan produktivitas pertanian.
“Tugas kita ke depan adalah meningkatkan luas tanam dan produksi. Jika itu tercapai, Jambi akan mampu memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakatnya,” jelas Al Haris.
Ia berharap beras produksi Jambi ke depan menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Dukungan pemerintah pusat melalui Perum Bulog, termasuk rencana pembangunan sejumlah gudang penyimpanan, diyakini akan memperkuat sistem penyerapan dan distribusi hasil panen petani.
“Tahun ini Bulog akan membangun beberapa gudang. Ini tentu akan sangat menunjang produksi dan penyerapan hasil pertanian kita,” pungkasnya.
Gerak tanam padi perdana ini sekaligus menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Provinsi Jambi.
































